Permintaan EV Melambat, Produsen Baterai Korea Lirik Robot Humanoid sebagai Arah Baru

Avatar photo

- Penulis Berita

Selasa, 10 Februari 2026 - 18:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Robot

Robot

Tekanan di industri kendaraan listrik mulai mendorong perubahan strategi di sektor baterai. Ketika permintaan EV melandai dan margin tertekan, sejumlah produsen baterai besar Korea Selatan disebut mulai serius menggarap pasar robot, termasuk robot humanoid. Arah ini dinilai menarik karena baterai untuk robot menuntut spesifikasi lebih tinggi—meski volumenya masih jauh dari baterai untuk mobil listrik dan sistem penyimpanan energi (ESS).

Dua nama yang kerap disebut berada di barisan depan adalah LG Energy Solution dan Samsung SDI. Keduanya melihat robotika sebagai peluang diversifikasi, terutama ketika persaingan harga di baterai EV makin ketat. Untuk robot humanoid, baterai tidak sekadar “cukup kuat”, tetapi harus ringan, tahan siklus pengisian cepat, dan stabil untuk operasi terus-menerus. Kebutuhan tersebut membuat nilai jual baterai robot cenderung lebih mahal dibanding baterai EV pada kapasitas yang sama.

LG Energy Solution, misalnya, dikaitkan dengan langkah agresif memasok baterai silinder untuk berbagai produsen robot global. Fokusnya meliputi robot layanan, robot seluler otonom, sampai platform humanoid yang membutuhkan bentuk ringkas tetapi kapasitas besar. Perusahaan juga disebut berdiskusi dengan mitra terkait spesifikasi teknis dan rencana produksi massal untuk generasi robot berikutnya. Di saat yang sama, ada pula kabar bahwa LG mengejar kerja sama khusus untuk memasok baterai bagi robot humanoid Optimus milik Tesla, seiring ambisi Tesla memperbesar skala produksi.

Samsung SDI pun mengambil jalur kolaborasi. Disebutkan perusahaan menandatangani kesepakatan dengan Hyundai untuk mengembangkan baterai yang lebih optimal bagi robot, dengan fokus pada stabilitas output, daya tahan, serta fleksibilitas desain paket. Hyundai sendiri menaungi Boston Dynamics, yang dikenal sebagai salah satu pemain penting di dunia robotika.

Meski prospeknya terlihat “high-end”, banyak analis mengingatkan kontribusi bisnis robot ke pendapatan produsen baterai belum akan besar dalam waktu dekat. Prediksi ukuran pasar baterai robot pada 2030 masih kecil dibanding EV dan ESS. Namun, untuk strategi jangka panjang, robot dipandang sebagai “segmen perantara” yang menjanjikan: volumenya tidak sebesar EV, tetapi margin berpotensi lebih tinggi, tingkat kustomisasi lebih dalam, dan relasi pelanggan lebih lengket.

Berita Terkait

BYD Dolphin 2026 Resmi di Vietnam, Harga Turun Jauh dan Jarak Tempuh Naik
Toyota bZ7 Meledak di China, Sedan Listrik Murah Banjir Ribuan Pesanan
Mercedes-Benz Gandeng Samsung SDI, Kontrak Baterai Rp6,8 Miliar Perkuat Strategi EV
Polytron Resmi Jadi Official Car Partner Indonesia Open 2026, Hadirkan Mobil Listrik G3
Tips Menjaga Interior Mobil Tetap Bersih dan Bebas Bau
Biaya Penggunaan Mobil Listrik dan Konvensional
Mudik dengan Lexus LM 350h, Menikmati Perjalanan Pulang Kampung ala Sultan
MG4 Urban dengan Baterai Semi Padat Segera Masuk Dealer Eropa

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 08:44 WIB

BYD Dolphin 2026 Resmi di Vietnam, Harga Turun Jauh dan Jarak Tempuh Naik

Selasa, 21 April 2026 - 08:44 WIB

Toyota bZ7 Meledak di China, Sedan Listrik Murah Banjir Ribuan Pesanan

Selasa, 21 April 2026 - 08:44 WIB

Mercedes-Benz Gandeng Samsung SDI, Kontrak Baterai Rp6,8 Miliar Perkuat Strategi EV

Rabu, 15 April 2026 - 20:27 WIB

Polytron Resmi Jadi Official Car Partner Indonesia Open 2026, Hadirkan Mobil Listrik G3

Minggu, 12 April 2026 - 11:40 WIB

Tips Menjaga Interior Mobil Tetap Bersih dan Bebas Bau

Berita Terbaru

Isi Talak Ahmad Dhani

Berita

Ahmad Dhani Ungkap Isi SMS Talak 3 Maia Estianty

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:10 WIB

Nomor Induk Kependudukan Bansos

Nasional

Nomor Induk Kependudukan: Cara Cek Bansos Mei 2026 Terbaru

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:05 WIB