Pergerakan saham Tesla pada akhir pekan ini mencerminkan reaksi pasar yang hati-hati. Setelah perusahaan memperkenalkan versi Cybertruck dengan harga lebih “lunak” dan menyampaikan kabar terbaru tentang Cybercab, saham Tesla hanya menguat tipis dalam perdagangan Jumat.
Di penutupan sesi, saham Tesla tercatat naik 0,1% ke level US$ 411,22 per saham. Pada saat yang sama, indeks S&P 500 menguat 0,6% dan Dow Jones Industrial Average naik 0,3%, sehingga kenaikan Tesla terlihat tidak terlalu agresif dibanding penguatan pasar secara umum.
Momentum ini muncul setelah CEO Elon Musk menulis di media sosial X, “Selamat atas tim Tesla karena membuat Cybercab pertama!” Unggahan itu sekaligus menandai klaim bahwa unit perdana Cybercab telah berhasil dibuat, dan jalur produksi dipersiapkan untuk mulai berjalan pada April.
Tesla Cybercab sendiri adalah kendaraan otonom yang diperkenalkan pada akhir 2024. Dalam pembaruan terbaru, disebutkan Cybercab akan mulai masuk jalur perakitan pada 26 April, menjadi bagian kunci ambisi Tesla untuk menguatkan posisi sebagai perusahaan “AI fisik” yang produknya berinteraksi dengan dunia nyata.
Di sisi lain, Tesla juga menata ulang struktur harga Cybertruck. Varian Tesla Cybertruck Premium All-Wheel Drive disebut sebagai versi termurah dengan banderol US$ 59.990. Sementara itu, varian tertinggi Cybertruck Cyberbeast mengalami penurunan dari US$ 114.990 menjadi US$ 99.990.
Kebijakan harga ini dinilai menarik perhatian karena sejarah Tesla yang kerap meleset dari jadwal ambisius. Musk sendiri pernah mengakui kecenderungannya terlalu optimistis. Cybertruck, misalnya, membutuhkan waktu sekitar empat tahun dari pengumuman hingga benar-benar meluncur di jalan, sementara Tesla Roadster generasi kedua yang diumumkan pada 2017 juga masih dinanti banyak pelanggan.
Tesla menempatkan Cybercab sebagai pusat strategi robotaxi jangka panjang. Dalam visi perusahaan, Cybercab tidak hanya menjadi layanan internal, tetapi juga dapat dijual kepada individu atau bisnis yang ingin mengoperasikan armada robotaxi mereka sendiri.
Perkembangan robotaxi ini juga dihubungkan dengan layanan yang sudah sempat diluncurkan. Pada Juni 2025, Tesla memperkenalkan layanan taksi robot berbasis aplikasi di Austin, Texas, menggunakan Tesla Model Y sebagai kendaraan operasional. Layanan tersebut bersaing langsung dengan Waymo, perusahaan kendaraan otonom milik Alphabet.
Ke depan, Cybercab disebut akan ditambahkan ke jaringan tersebut, dan Tesla menargetkan perluasan layanan robotaxi ke sembilan kota pada paruh pertama 2026. Target ini menjadi salah satu faktor yang membuat investor terus memantau progres produksi dan kesiapan teknologi otonom Tesla.
Tesla juga mendapat sorotan regulasi di California terkait pemasaran sistem bantuan mengemudi. Otoritas setempat sebelumnya menyatakan kekhawatiran terhadap istilah Autopilot dan Full Self-Driving (FSD). Tesla kemudian menghentikan penggunaan istilah Autopilot dalam pemasaran serta menegaskan FSD tetap harus dipantau, karena belum sepenuhnya teknologi self-driving.






