VinFast melalui V-Green mengumumkan rencana pembangunan 99 stasiun supercharge di berbagai jalur nasional dan provinsi dalam tahun ini. Proyek ini diposisikan sebagai fondasi penting bagi pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik, sekaligus memperkuat kenyamanan pengguna mobil listrik yang membutuhkan titik pengisian cepat di perjalanan jarak jauh.
Total investasi yang disiapkan untuk jaringan tersebut mencapai sekitar 10.000 miliar dong Vietnam. Setiap stasiun dirancang mampu melayani hingga 100 mobil listrik secara bersamaan, dengan waktu pengisian yang diklaim sekitar 15 menit. Angka ini menunjukkan bahwa VinFast tidak sekadar menambah charger, melainkan sedang membangun infrastruktur dengan skala yang cukup ambisius.
Menurut rencana, seluruh stasiun supercharge itu akan tersebar di 34 provinsi dan kota. Penempatannya disusun di sepanjang jalan raya nasional maupun jalan provinsi dengan jarak yang dianggap proporsional agar jaringan pengisian dapat saling menopang. Strategi seperti ini penting karena pengguna mobil listrik biasanya tidak cuma bertanya “bisa ngecas di mana”, tetapi juga “berapa jauh lagi charger berikutnya?”.
Masing-masing stasiun akan dilengkapi sekitar 100 unit gun pengisian berdaya 150 kW. Dengan kapasitas sebesar itu, VinFast berharap dapat memenuhi kebutuhan pengisian super cepat secara massal, terutama ketika jumlah kendaraan listrik di pasar domestik terus bertambah dan menuntut dukungan infrastruktur yang lebih merata.
Menariknya, VinFast menyebut seluruh jaringan ini akan memanfaatkan energi bersih dari tenaga angin dan tenaga surya. Daya tersebut nantinya disimpan dalam sistem baterai penyimpanan energi yang juga dikembangkan untuk mendukung operasional pengisian. Dengan konsep ini, perusahaan mencoba menyatukan dua agenda sekaligus: mempercepat elektrifikasi transportasi dan mengaitkannya dengan sumber energi yang lebih berkelanjutan.
Pengumuman ini datang setelah V-Green menyelesaikan perencanaan 150.000 port pengisian untuk motor listrik dan mobil listrik pada akhir 2025. Dalam periode berikutnya, fokus investasi akan diarahkan lebih besar ke stasiun supercharge, sambil tetap memperluas jaringan lemari penukaran baterai yang juga menjadi bagian dari strategi mobilitas listrik mereka.
Bagi VinFast, jaringan pengisian publik dan pertukaran baterai kini semakin penting sebagai mesin pendorong penjualan. Tahun lalu, mobil listrik VinFast terjual lebih dari 175.000 unit di Vietnam, sedangkan sepeda motor listriknya menembus lebih dari 40.000 unit. Angka tersebut menunjukkan bahwa ekspansi infrastruktur bukan pelengkap, melainkan bagian inti dari strategi pertumbuhan merek.
Dengan penjualan yang terus meningkat dan posisi kuat di pasar domestik, pembangunan 99 stasiun supercharge bisa menjadi langkah penting berikutnya dalam memperkuat dominasi VinFast. Jika proyek ini berjalan sesuai rencana, perusahaan bukan hanya memperbesar jaringan pengisian, tetapi juga menanamkan kepercayaan bahwa memakai kendaraan listrik semakin realistis untuk penggunaan harian maupun perjalanan antardaerah.






