VinFast mengambil pendekatan agresif untuk menembus pasar kendaraan listrik India, bukan hanya lewat produk, tetapi juga lewat paket kepemilikan. Fokusnya jelas: menekan kekhawatiran konsumen soal nilai jual kembali EV, yang sering menjadi faktor ragu bagi pembeli pertama.
Untuk memperkuat posisi, VinFast meluncurkan skema penawaran bertingkat yang memberikan sejumlah insentif. Salah satu sorotan terbesarnya adalah program tukar tambah mobil lama ke mobil baru, dengan bonus hingga 130.000 Rupee bagi pelanggan yang datang dari mobil bensin atau diesel.
Nilai insentif tersebut diposisikan sebagai “pemancing” agar konsumen lebih berani pindah ke kendaraan listrik. Dengan potongan saat menyerahkan mobil lama, biaya awal kepemilikan terasa lebih ringan, terutama di segmen menengah yang sangat sensitif terhadap harga.
Di luar tukar tambah, VinFast juga menawarkan kebijakan pembelian kembali (buyback) dengan nilai terjamin hingga 75% dari harga daftar. Jaminan ini berlaku setelah periode pemakaian tertentu, yang disebut berada di rentang 2 sampai 5 tahun, tergantung skema yang dipilih konsumen.
Meski terdengar menarik, perusahaan mengingatkan ada syarat dalam kontrak, seperti batas jarak tempuh atau kewajiban perawatan berkala. Poin-poin ini penting karena harga buyback 75% umumnya akan terkait dengan kepatuhan pemilik terhadap ketentuan servis dan penggunaan.
VinFast juga menambahkan “manfaat loyalitas” sebesar 3% untuk pelanggan yang melakukan upgrade ke model lain dari merek yang sama. Skema ini meniru pola industri otomotif yang mendorong pelanggan bertahan dalam satu ekosistem produk.
Dari sisi produk, dua SUV pertama yang ditawarkan di India adalah VF 6 dan VF 7. VF 6 dipasarkan dengan harga 17,29 hingga 19,199 lakh Rupee, menggunakan baterai 59,6 kWh dan diklaim punya jangkauan 468 km berdasarkan standar ARAI.
Sementara VF 7 bermain di segmen lebih tinggi dengan harga 21,89 hingga 26,79 lakh Rupee. Model ini disebut mampu menempuh hingga 532 km untuk varian tertentu, dan pada versi penggerak empat roda memiliki output sampai 353 tenaga kuda.
Untuk pengisian cepat, kedua model mendukung DC fast charging dari 10% hingga 70% dalam waktu sekitar 30 menit. Angka ini penting di India, karena kecepatan isi daya sering menjadi penentu apakah EV nyaman dipakai untuk aktivitas harian maupun perjalanan antarkota.
Langkah VinFast datang pada saat pasar EV India sedang memanas. Tahun 2025 disebut mencatat penjualan lebih dari 176.000 kendaraan listrik, menciptakan persaingan yang makin ketat dan memaksa merek baru menawarkan nilai tambah di luar sekadar spesifikasi.
VinFast juga menegaskan keseriusannya lewat rencana pabrik di Thoothukudi, Tamil Nadu, dengan kapasitas 50.000 kendaraan per tahun. Dengan fasilitas lokal, VinFast ingin menunjukkan bahwa mereka tidak hanya “hadir sementara”, tetapi membangun basis produksi untuk jangka panjang.
Setelah VF 6 dan VF 7, perusahaan disebut menyiapkan model lain untuk memperluas jangkauan segmen harga, termasuk VF 3, VF 5, serta MPV Limogreen yang diharapkan meluncur pada 2026. Dengan kombinasi produk dan paket buyback, VinFast mencoba memenangkan kepercayaan pasar yang sangat kompetitif.






