Volkswagen mengubah pendekatan bisnisnya di China dengan mempercepat strategi “Chinaization”. Pabrikan asal Jerman itu menargetkan sebagian besar model yang dijual di pasar China ke depan akan memakai arsitektur elektronik baru yang dikembangkan bersama produsen kendaraan listrik, Xpeng.
Platform tersebut diberi nama China Electronic Architecture (CEA). Menurut Volkswagen, CEA dirancang agar pengembangan kendaraan bisa lebih cepat hingga 30% dan biaya dapat ditekan sekitar 40% dibanding arsitektur MEB yang sebelumnya dikembangkan di Jerman.
Efisiensi ini, disebut perusahaan, berasal dari penerapan pengendali terpusat, arsitektur perangkat lunak kontrol terpusat, serta meningkatnya porsi komponen yang dikembangkan internal. Dengan pendekatan ini, Volkswagen berharap dapat mengejar kecepatan inovasi pasar lokal sekaligus menekan ongkos produksi.
Dalam kunjungan ke kompleks produksi Volkswagen di Hefei, juru bicara Volkswagen Group China Technology, Liu Ran, menyebut target perusahaan adalah pada 2030 “sebagian besar model Volkswagen” di China dibangun di atas CEA. Platform ini diklaim lebih berorientasi perangkat lunak dan dinilai lebih cocok dengan selera serta ritme pasar China.
Tekanan kompetisi di China terus meningkat, terutama karena produsen lokal seperti BYD dan Geely agresif meluncurkan model baru dengan fitur pintar, siklus pengembangan singkat, dan harga kompetitif. Volkswagen pun berada dalam posisi menantang setelah pada 2024 disalip BYD dari sisi penjualan, dan pada periode berikutnya dikabarkan terus tertekan.
Untuk menguatkan strategi lokal, Volkswagen membangun laboratorium CEA di Hefei dengan sekitar 850 insinyur, sebagian besar berasal dari China. Tim ini disebut mendapat otonomi lebih besar dalam pengambilan keputusan, mencerminkan pergeseran cara kerja perusahaan dari model global yang seragam menjadi lebih “lokal” untuk mengejar “kecepatan China”.
Volkswagen juga menyebut telah memulai produksi model pertama berbasis arsitektur CEA pada SUV listrik ID. UNYX 07 pada akhir tahun lalu. Tahun ini, perusahaan menargetkan meluncurkan empat model lain di platform tersebut, dan pada 2027 berencana menambah sekitar 10 model baru, termasuk beberapa yang masih menggunakan mesin pembakaran internal.
Dengan fokus pada pengembangan platform khusus untuk China, Volkswagen terlihat semakin meninggalkan pola “satu platform global” dan beralih ke adaptasi mendalam sesuai karakter pasar setempat. Perubahan ini menjadi bagian dari upaya mengejar laju inovasi pesaing domestik dan memulihkan momentum pertumbuhan di pasar otomotif terbesar dunia.






