Xpeng Kian Dekat Untung Setelah Penjualan Mobil Listriknya Melonjak Tajam

Avatar photo

- Penulis Berita

Minggu, 22 Maret 2026 - 13:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Xpeng mulai menunjukkan arah baru dalam industri kendaraan listrik China. Setelah lama dikenal sebagai salah satu merek yang terus membakar uang demi ekspansi, produsen asal Guangzhou itu kini justru semakin dekat ke fase menguntungkan. Laporan keuangan tahun 2025 menjadi penanda penting karena perusahaan berhasil memangkas kerugian secara drastis di tengah lonjakan penjualan mobil listriknya.

Sepanjang 2025, Xpeng mencatat pengiriman global sebanyak 429.445 unit. Angka itu tumbuh 125,9 persen dibanding tahun sebelumnya. Pasar domestik China tetap menjadi tulang punggung utama, dengan penjualan mencapai 383.873 unit atau naik 119,4 persen. Pertumbuhan tersebut memperlihatkan bahwa produk-produk baru yang dirilis perusahaan mendapat respons positif dari pasar.

Kinerja penjualan yang melonjak itu didorong oleh keberhasilan beberapa model anyar. Xpeng X9, generasi baru sedan P7, serta crossover G7 menjadi kontributor utama dalam memperkuat permintaan. Kombinasi model yang lebih segar dan strategi pemasaran yang tepat membuat perusahaan mampu memperluas daya saingnya di tengah persaingan keras dengan merek-merek besar lain.

Dampaknya terlihat jelas pada laporan laba rugi. Kerugian bersih Xpeng turun tajam dari 5,79 miliar yuan menjadi sekitar 1,14 miliar yuan. Jika dihitung dengan pendekatan non-GAAP, kerugiannya bahkan lebih rendah lagi, yakni sekitar 460 juta yuan. Penurunan ini menandai perubahan besar, karena perusahaan mulai mampu menekan biaya sambil tetap memperbesar volume penjualan.

Salah satu capaian paling menonjol terjadi pada kuartal keempat 2025. Untuk pertama kalinya, Xpeng membukukan laba bersih kuartalan sebesar 380 juta yuan. Ini menjadi tonggak sejarah bagi perusahaan, sebab situasinya berbalik total dibanding periode yang sama tahun sebelumnya saat mereka masih mencatat rugi cukup dalam. Bagi investor, ini seperti lampu hijau yang mulai menyala setelah sekian lama menunggu di persimpangan.

Sumber pendapatan Xpeng juga tidak hanya datang dari penjualan kendaraan. Perusahaan ikut meraup keuntungan dari kerja sama teknologi dengan Volkswagen. Kolaborasi ini memberi ruang tambahan bagi Xpeng untuk memonetisasi kemampuan teknologinya, terutama dalam pengembangan sistem kendaraan pintar dan elektrifikasi.

Meski begitu, jalan menuju keuntungan tahunan penuh belum sepenuhnya mulus. Memasuki awal 2026, Xpeng menghadapi tekanan pasar akibat penurunan penjualan dalam dua bulan pertama tahun ini. Penurunannya disebut mencapai 49,5 persen, salah satunya dipengaruhi oleh mulai berkurangnya kebijakan subsidi kendaraan energi baru di China. Ini menunjukkan bahwa pasar mobil listrik tetap sangat sensitif terhadap kebijakan pemerintah.

Untuk menjaga laju pertumbuhan, Xpeng menaruh harapan pada SUV andalan terbarunya, Xpeng GX, yang telah masuk tahap produksi massal. Model ini dipandang berpotensi menjadi penopang baru penjualan perusahaan dalam waktu dekat, terutama jika mampu menarik konsumen di segmen SUV yang terus ramai diminati.

Dengan tren bisnis yang terus membaik, Xpeng kini dinilai berada di jalur paling realistis untuk menjadi produsen mobil listrik China yang benar-benar berbalik untung secara tahunan. Jika performa penjualan tetap kuat dan tekanan pasar bisa dikelola, perusahaan ini berpeluang keluar dari status “calon besar” menjadi pemain matang yang sudah tidak hanya jago bikin mobil, tetapi juga jago bikin laporan keuangan tersenyum.

Berita Terkait

BYD Dolphin 2026 Resmi di Vietnam, Harga Turun Jauh dan Jarak Tempuh Naik
Toyota bZ7 Meledak di China, Sedan Listrik Murah Banjir Ribuan Pesanan
Mercedes-Benz Gandeng Samsung SDI, Kontrak Baterai Rp6,8 Miliar Perkuat Strategi EV
Polytron Resmi Jadi Official Car Partner Indonesia Open 2026, Hadirkan Mobil Listrik G3
Tips Menjaga Interior Mobil Tetap Bersih dan Bebas Bau
Biaya Penggunaan Mobil Listrik dan Konvensional
Mudik dengan Lexus LM 350h, Menikmati Perjalanan Pulang Kampung ala Sultan
MG4 Urban dengan Baterai Semi Padat Segera Masuk Dealer Eropa

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 08:44 WIB

BYD Dolphin 2026 Resmi di Vietnam, Harga Turun Jauh dan Jarak Tempuh Naik

Selasa, 21 April 2026 - 08:44 WIB

Toyota bZ7 Meledak di China, Sedan Listrik Murah Banjir Ribuan Pesanan

Selasa, 21 April 2026 - 08:44 WIB

Mercedes-Benz Gandeng Samsung SDI, Kontrak Baterai Rp6,8 Miliar Perkuat Strategi EV

Rabu, 15 April 2026 - 20:27 WIB

Polytron Resmi Jadi Official Car Partner Indonesia Open 2026, Hadirkan Mobil Listrik G3

Minggu, 12 April 2026 - 11:40 WIB

Tips Menjaga Interior Mobil Tetap Bersih dan Bebas Bau

Berita Terbaru

Isi Talak Ahmad Dhani

Berita

Ahmad Dhani Ungkap Isi SMS Talak 3 Maia Estianty

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:10 WIB

Nomor Induk Kependudukan Bansos

Nasional

Nomor Induk Kependudukan: Cara Cek Bansos Mei 2026 Terbaru

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:05 WIB